Tampilkan postingan dengan label riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riset. Tampilkan semua postingan

ALUR MAHASISWA YANG AKAN RISET DI LAB. PANGAN DAN GIZI

Laboratorium Pangan dan Gizi atau biasa disebut Lab. Panggiz merupakan salah satu laboratorium di Departemen TPHP yang berfungsi sebagai tempat untuk melayani kegiatan riset dan praktikum mahasiswa. Secara umum lab Panggiz ini mempunyai fasilitas sama seperti lab analisis di Lab KBPHP untuk analisis proksimat, tetapi secara khusus lab Panggiz memiliki fasilitas khusus untuk uji sensoris, kitchen lab untuk preparasi pengembangan produk, dan lab hewan coba. Fasilitas khusus ini tidak dimiliki oleh lab yang lain sehingga menjadi pembeda dari lab-lab yang lain.

Bagi mahasiswa atau pengguna lain yang akan menggunakan fasilitas lab Panggiz, harus mengurus surat ijin terlebih dahulu. Mula-mula mahasiswa atau calon pengguna harus minta Form Ijin Lab di Departemen, selanjutnya setelah diisi lengkap dimintakan pengesahan dosen pembimbing (dosbing) dan kepala Lab (Kalab) dari lab yang dituju atau akan digunakan. Setelah semuanya selesai, barulah mahasiswa masuk lab yang dituju untuk melakukan riset. 

Secara garis besarnya, alur mahasiswa yang akan riset di Lab Panggiz atau lab lain, digambarkan seperti bagan berikut.



Kalibrasi Neraca Analitik di Lab. Pangan dan Gizi


Pada umumnya alat ukur setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu akan berkurang atau tidak sesuai lagi akurasinya. Untuk menjamin keakurasiannya, perlu dilakukan kalibrasi alat secara teratur atau periodik. Kalibrasi merupakan proses verifikasi agar akurasi suatu alat ukur sesuai dengan rancangannya. Dengan kata lain kalibrasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan itu akurat atau akurasinya tinggi. Kalibrasi biasanya dilakukan dengan membandingkan suatu alat ukur dengan standar nasional, internasional atau dengan bahan-bahan acuan yang tersertifikasi.

Ada beberapa manfaat kalibrasi, yaitu :

  1. Menjamin nilai ukuran yang dihasilkan tertelusur.

Dengan mengkalibrasi alat ukur di laboratorium yang terakreditasi, maka hasil ukur dapat diterima dimanapun, karena semua laboratorium kalibrasi akan mengacu pada sumber yang sama yaitu Standar Satuan Internasional.

  1. Menghindari cacat produk.

Jika alat ukur tidak dikalibrasi atau masa kalibrasinya telah lewat, namun masih di gunakan untuk mengukur suatu produk. Bagaimana jika ternyata terdapat penyimpangan yang besar? Tentunya akan sangat merugikan bukan? Anda dapat menyingkirkan kekhawatiran ini dengan melakukan kalibrasi secara berkala di laboratorium kalibrasi yang terakreditasi.

  1. Menjaga kondisi alat ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya.

Alat ukur dapat mengalami penurunan performa setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Dengan melakukan kalibrasi secara rutin, Anda dapat mengetahui apakah alat ukurnya masih sesuai dengan spesifikasi atau harus diperbaiki atau bahkan perlu untuk melakukan penggantian.

Jadi jelaslah sudah mengapa kalibarasi alat ukur itu sangat penting dan perlu dilakukan secara periodik atau teratur seperti yang diupayakan oleh Laboratorium Ilmu Pangan dan Gizi berikut ini.

 


SURVEY KEPUASAN PELANGGAN / PENGGUNA RISET


Untuk memberikan layanan yang lebih baik, kami membutuhkan masukan dari para pengguna kegiatan riset yang dilaksanakan di Lab. Pangan dan Gizi. Untuk itu kepada para pengguna dimohon untuk memberikan masukan melalui link berikut  http://ugm.id/KepuasanRisetPanggiz

DENAH AREA LAB PANGAN DAN GIZI UNTUK RISET DI MASA PANDEMI


Dalam masa pandemi ini, melaksanakan protokol kesehatan dengan berbagai ikhtiar seperti sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, check suhu tubuh, dan lainnya adalah tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang melanda negeri ini. Tidak terkecuali di dunia pendidikan tinggi, prokes ketat tersebut juga harus dilakukan, bahkan terpaksa perkuliahan dan praktikum harus dilakukan secara daring. 

Khusus untuk riset atau penelitian mahasiswa guna penyusunan tugas akhir, rasanya hal itu tidak memungkinkan jika dilaksanakan secara daring. Oleh karenanya riset mahasiswa tetap dijalankan secara luring atau dilaksanakan di laboratorium seperti biasanya. Hanya saja ada beberapa hal penting yang harus diatur atau dikendalikan terutama terkait jaga jarak dan prokes lainnya. Dampak dari keharusan jaga jarak tersebut adalah kapasitas / daya tampung lab menjadi lebih sedikit, kira-kitra menjadi sekitar separuhnya. Di lab pangan gizi, baik di lab pangan gizi lantai 2, lantai 3 dan kitchen lab, daya tampung laboratoriumnya menjadi seperti denah berikut.


Dengan kondisi tersebut maka dimohon kesadaran penuh mahasiswa untuk saling pengertian, saling memahami, kesediaan untuk berbagi, dan saling menjaga agar semua kegiatan riset mahasiswa dapat berjalan lancar dan aman - tidak ada kasus penyebaran covid dilingkungan laboratorium, sebab kalau itu terjadi akan menghambat semuanya karena biasanya laboratorium akan ditutup selama beberapa hari untuk proses sterilisasi. Sekali lagi kalau itu terjadi, mahasiswa akan rugi sendiri, jadwal riset jadi kacau berantakan, dan waktu studinya menjadi molor lebih lama lagi.